Cara Membuat Abon Sapi Untuk Mpasi Bayi

Cara membuat abon sapi untuk mpasi bayi. Abon sapi ini nantinya bisa dicampur dengan bubur ataupun nasi tim, tergantung dengan usia bayi. Abon sapi punya tekstur yang halus, sehingga enggak akan menyulitkan bayi untuk memakannya.

Rasanya juga enak lho, Ma. Anak-anak pasti suka dengan rasanya.
Selain enak, abon sapi juga punya banyak nutrisi yang baik buat bayi. Mengutip Solid Starts, daging sapi menawarkan nutrisi penting yang membantu bayi tumbuh seperti vitamin B, zat besi, selenium, seng, dan banyak lagi.

 

Cara Membuat Abon Sapi Untuk Mpasi

Bahan utama:

  • 500 gram daging sapi tanpa lemak
  • 2 batang serai
  • 4 lembar daun salam
  • 2 ruas lengkuas
  • 5 lembar daun jeruk
  • 1 sdt garam
  • 3 sdt gula merah
  • 500 ml santan
  • Minyak goreng secukupnya

Bumbu halus:

  • 5 siung bawang putih
  • 5 butir bawang merah
  • 3 cm jahe
  • 1 sdt ketumbar, sangrai

Langkah-langkah

  1. Rebus daging sapi bersama serai, daun salam, dan lengkuas hingga empuk. Tiriskan daging lalu biarkan dingin. Suwir-suwir daging dan sisihkan.
  2. Panaskan sedikit minyak. Tumis bumbu halus bersama daun jeruk hingga harum.
  3. Tuangkan santan dan suwiran daging. Aduk rata.
  4. Masukkan garam dan gula merah. Aduk rata lalu masak hingga kuah habis dan daging mengering jadi abon. Aduk-aduk terus selama memasak agar tidak gosong. Matikan api.
  5. Panaskan banyak minyak. Goreng abon hingga betul-betul kering. Angkat dan tiriskan.
  6. Jika ingin lebih halus teksturnya, abon bisa diproses sebentar menggunakan food processor setelah digoreng.
  7. Abon sapi siap disajikan! Kamu bisa menyajikannya dengan bubur nasi atau nasi tim.

Sebagai catatan, resep ini bisa menghasilkan 250 gram abon sapi. Abon bisa disimpan dalam wadah kedap udara dan suhu ruang sehingga tahan hingga 1 minggu. Kalau disimpan dalam kulkas, abon ini bisa tahan lebih lama lagi.

 

Manfaat Makan Abon Sapi Mpasi Bagi Bayi

cara membuat abon sapi untuk mpasi

Mendukung Perkembangan Otak

Sapi mengandung zat besi, vitamin B6, dan B12 yang baik untuk mendukung perkembangan otak bayi. Zat besi sangat baik dikonsumsi untuk menghasilkan lapisan pelindung yang mengelilingi serabut saraf otak karena jika kebutuhan lapisan ini tidak tercukupi makan otak tidak akan berfungsi dengan optimal. Anak yang otaknya berkembang optimal, tentu akan mampu berkonsentrasi dalam proses belajarnya.

Membangun Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan tubuh yang sehat bisa didapatkan dari asupan zink dan zat besi yang cukup. Sapi merupakan salah satu bahan yang mengandung zink dan zat besi yang tinggi. Sangat direkomendasikan untuk memberikan asupan sapi untuk bayi saat mpasi. Zink merupakan asupan yang cukup baik untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Mencegah Anemia

Sapi bisa mengurangi risiko anemia karena merupakan salah satu makanan yang tinggi kandungan zat besi dan zink. Ibu harus tahu bahwa bayi membutuhkan lebih banyak zat besi di awal masa pertumbuhannya dan mpasi adalah saat yang tepat untuk memberikan asupan tinggi zat besi. Bila asupan zat besinya tercukupi, maka bayi akan terhindari dari kondisi anemia.

Menaikkan Berat Badan

Terdapat kandungan riboflavin (B12) alami yang mampu mengubah makanan menjadi energi, memecah asam, dan juga mengaktifkan senyawa yang berfungsi untuk mendukung aktivitas bayi. Menambahkan sapi dalam menu mpasi juga bisa mendukung pertumbuhan bayi menjadi ideal dan berat badannya akan sesuai dengan perkembangannya.

Mendukung Pertumbuhan Fisik

Selain berat badan akan menjadi ideal, pertumbuhan fisik si kecil juga akan lebih kuat dan optimal bila mengonsumsi sapi. Kandungan proteinnya bisa membantu tubuh membangun otot, serta memadatkan tulang dan gigi. Menu mpasi sapi akan membantu membentuk otot dan tulang yang kokoh sejak usia dini.